CERITA- CERITA PILIHAN

Ibuku Kerasukan Iblis

Oleh : Qq

Siang itu langit begitu cerah, awan2 putih bak panu yang menumpang di tubuhku memayungi bumi yang telah terkontaminasi oleh tangan2 manusia tidak bertanggung jawab, begitu panas memanggang tubuhku yang terkulai tak berdaya di kamar tidur yang beratapkan langit dan beralaskan tanah hingga setengah matang, sampai aku merasa sudah merasa cukup untuk dihidangkan aku mulai beranjak dari peristirahatanku. Dengan nyawa yang belum jangkep dan abab basin aku menuju kamar mandi untuk memulai suatu kegiatan yang biasa disebut sebagai MANDI (adus), aku merasa perjalanan menuju kamar mandi sangatlah jauh padahal jaraknya cuma 4m dari tempat tidurku. Sesampainya di kamar mandi aku lihat sekeliling dengan sebelah mataku coz mata ini terasa berat untuk dibuka, bagaikan mbari mbegut sak kuintal.

Sesampai di kamar mandi, aku melihat sebuah sikat gigi beserta pasangannya dan sebuah gayung, tetapi aku tidak melihat air setetespun dari dalam bak mandi. Seketika aku komplain ke nyokap, “Mak’e banyune kok ga onok ….. yo’ opo seh iki“, kataku dengan logat yang medok namun berirama nada allegro C#sus. “I don’t know my dear, but u can take a bath at the river behind our village“, sahut nyokap. Awak cung… mo gimana lagi, mau ga mau aku harus mandi meskipun harus bergumbul dengan suatu benda yang dihasilkan oleh manusia melalui salah satu organ tubuh, yang biasa kita sebut dengan …. TAEK. Selesai mandi nyokap memberikan titah kepadaku yang isinya aku harus pergi kepasar untuk kula’an brambang, lalu nyokap berkata “pergilah nak dengan restuku“, “aku akan pergi Bu jika Ibu mau berjanji akan selalu kirim surat padaku“ sambungku. Lalu kepalaku dikeplak oleh nyokap sambil berkata “ndang nyengkreh’o, ojok kakean cangkem raimu“, kata nyokapku disambi nyawat berbagai macam kitchen hardware kearahku.

Dalam perjalanan menuju ke pasar, aku bertemu dengan cewek yang cukup menggemparkan dunia persilatan. Wes talah, pokok’e ANGAK HO…. NYENYEK TUN…. sampai2 aku tidak sadar menginjak ekor anjing yang sedang bereproduksi dengan anjing lawan jenisnya (NGGEBLEH ato NGENCOK), anjing itu lalu marah dan mengejarku. Aku kabur lalu sembunyi di sebuah rumah, apesnya rumah itu banyak anjingnya yang juga sak linting gandeng jembut anjing yang pertama, dan anjing2 itu lebih mengerikan, sangar, sadis dan yang pasti lebih hot dari pada anjing sebelumnya. Anjing2 itu mulai menggeram dan langsung mengejarku. Oh……. god apa dosaku , anjing2 itu terus mengejarku. Aku berlari dan terus berlari, sampai akhirnya aku kecebur got. Disaat aku tidak berdaya, mereka mulai menganiaya dan menyiksa tubuhku (BRUTAL TORTURE by DOG). Setelah puas, mereka meninggalkanku di TKP begitu saja layaknya korban pemerkosaan. Dengan tubuh penuh darah, luka dan noda sperma serta baju yang hanya menutupi kedua puting, aku melanjutkan perjalananku, aku tidak ingin mengecewakan nyokap dan aku tetap akan menyelesaikan misi ini walaupun nyawa taruhannya. Setelah melewati 99 halangan dan 33 rintangan akhirnya tiba juga dipasar dengan keadaanku yang sangat mengenaskan.
Sesampainya di pasar aku mencari keberadaan bandar brambang itu. setelah mencari beberapa lama, akhirnya ku temukan juga keberadaan bandar tersebut. Tidak ku sangka dan tidak pula ku duga ternyata bandar brambang tersebut adalah teman seperjuanganku saat aku masih umbelen. Kami melepas kerinduan dan ngomong panjang lebar yang juga biasa disebut NGGACOR. Setelah puas nggacor aku berpamitan, karena keasyikan ngobol aku sampai lupa membeli brambang pesanan nyokap.

Aku pulang dengan tangan kosong, waktu itu aku belum ingat kalau aku lupa membelikan pesanan nyokap. Sesampainya dirumah, nyokap menyambutku dengan senyuman. Karena melihat keadaanku yang sangat mengenaskan, nyokap bertanya kepadaku “hey, what’s up dude ?“, “what the hell is going on with you and where’s the fish the onion ?“ lanjut nyokap. “sudah lupa tuch“ jawabku sambil berlalu, “asyik ae es“, jawab nyokap dengan mengacungkan kedua jempol dan memperlihatkan senyum yang menyeringai serta memancarkan hawa membunuh yang begitu kuat.
Lalu mendadak, indera laba2ku merasakan sebuah pedang dengan panjang 3m dan lebar 50cm hampir mengenai leherku, detik itu juga aku reflek mencabut pedang matahari yang kusimpan didalam area sekitar setengah jengkal dibawah udel. Namun sial yang kucabut bulu jembut yang tumbuh secara liar dan ilegal. Beruntung aku memiliki ilmu dick hair sword (ngawur bahasa inggris’e) salah satu jurus di dunia persilatan yang mampu mengubah bulu jembut menjadi sekuat dan setajam pedang. Walaupun membutuhkan 592 helai bulu jembut yang kucabut dalam waktu 0,0001 detik, (jadi petal dech jembut aku) kutangkis serangan nyokap yang membabi buta sambil teriak “it’s me mom, i’m your own son”,
”I never have a ugly son like you, muthafisher”, jawab nyokap dibawah kendali iblis yang terus menerus menyerangku. Sambil menangkis serangan nyokap, aku berpikir apa harus kulakukan. Disaat genting seperti itu, muncul sosok wanita yang kukenal mengenakan bikini two pieces yang terbuat dari kulit dan mengenakan sepatu boot yang tinggi.

Dia adalah yuk pat, pembantu rumah tangga nyokap yang berusia sekitar 49tahun, berat badan 42kg, tinggi badan 155cm, gidal meduk, kelek mambu basin, dan full posh leg yang sangat ahli dalam ilmu umbaumba dan korakora (suatu ilmu yang wajib dikuasai dalam dunia ubab). Akan tetapi yuk pat yang bersenjatakan cikrak pembunuh naga itu melemparkan deadly cikraknya hingga mengenai kepalaku, membuatku pingsan seketika. Dalam 2 detik sisa kesadaranku yang perlahan menghilang, aku sempat berpikir bagaimana mungkin ksatria jembut hitam dikalahkan oleh mereka ? Apa kata orang ? Lalu aku merasa suasana gelap gulita. Inikah yang dinamakan semaput ? Apa yang akan mereka lakukan padaku ?

Hitam, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah warna hitam monoton.
Dimanakah aku berada? Apakah aku telah mati? ………. (dan 5 menit telah berlalu)
Lalu kutemukan jawaban mengapa semuanya hitam, ternyata mataku terpejam.
Setelah kubuka kedua mataku, dan aku terkejut setengah mati.Tubuhku dalam keadaan sangat mengenaskan, terikat gak karuan dengan posisi abstrak full sense of art. Tangan kananku melingkar kebelakang terikat dengan kaki kiri, kepala terikat gandeng dengan kaki kanan, tongkolku nylempit nang selet, ndog ku offside siji (mletet metu nang njobo’ne sempak),
lalu tangan kananku tergantung di plafon atap rumah, benar2 pose yang gak keren blas cok.

Dengan bersusah payah sekitar 5 jam kurang 630 detik, akhirnya aku bisa melepaskan diri.
Aku teringat bahwa tubuh dan pikiran ibuku dikuasai oleh iblis.
Beliau harus segera diselamatkan sebelum terlambat, aku harus segera menyusun
pasukan, strategi, dan formasi. Lalu kucoba menghubungi teman-temanku dengan cara telepati
menggunakan media sebuah benda kotak persegi kecil mungil yang ku beri nama “HENPON”.
Yang kuhubungi pertama kali adalah temanku CAK MAT,

dia mempunyai keahlian mendeteksi dan mengetahui segala hal. Tapi biasanya dia menggunakan keahliannya untuk memilih “barang baru” di lokalisasi Dolly dan sekitar, apakah barang itu baru, masih layak pakai atau sudah kadaluarsa.

Sayang seribu sayang tak kusangka dia gak bisa dihubungi, terpaksa aku mencarinya secara manual. Tidaklah sulit mencari seorang pria bujangan yang maniak, setelah bertarung mati-matian melawan godaan dan rayuan para wanita jalang akhirnya kutemukan cak mat. Tentu saja dengan cara menyamar pura’ pura’ kajange “MBALON”. Amatlah mudah bagi aku untuk memerankan seorang
yang maniak, karena kata teman-temanku wajahku itu kumus-kumus ndramus praen mesum (iku jarene, asline yo gak cok! arek-arek pancen nggateli). Saat cat mat kutemukan ternyata dia tidak sedang mbalon sendirian, dia ditemani oleh dua temanku LEK TI dan MAS BRUM.

Mengapa mereka terlibat mbalon bersama cak mat? Padahal mereka berdua anak baik-baik, Dan mengapa kini tongkolku ngaceng pengen mbalon? Mengapa semua ini terjadi? MENGAPA …? TIIIIIDAAAAAAAK !!! (berteriak dengan posisi berlutut di atas batu karang diterpa ombak lautan, tangan kiri memegang kepala yang menengadah, sedangkan tangan kanan ngeloco tongkol)

2 koma 058 detik kemudian …

(PLAK…, sebuah tapuk’an menyambar mulut seksiku dan langsung ndombleh lambe ku) “JANCOK, cangkemmu gak isok meneng yo?” seraya meng-combo cangkem ku dengan 12 tapuk’an dan 8 kaplok’an per detik.
Rupanya para customer atau mbaloners-mbaloners sejati merasa terancam dengan ketampananku dan serempak menyerangku dengan brutal, beruntung salah satu balon setempat berinisiatif mencari perhatian para tongkol belang dengan cara yang tidak wajar. Yaitu melucuti semua pakaian yang menutupi tubuhnya lalu menyanyikan lagu slave new world-nya sepultura sembari diiringi dengan gerakan tarian remo.
(WHAT THE fish … ???)
Setelah lolos dari maniak-maniak yang sedang terperangah oleh keindahan bentuk tempek yang menggeliat bergetar meneteskan ………………………………………. ???

JANCOK, KOK MALEH DADI KOYOK NGENE CRITANE?
“tak cepetno ae yo !!!”

Kini aku tlah berada diluar tempat biadab itu, akan tetapi….
ternyata kedua temanku masih berada didalam tempat keramat tersebut.
Apa yang harus aku lakukan? Mustahil bagiku untuk kembali memasuki tempat itu.
Disaat diriku sedang menangis meraung-raung meratapi nasib kedua temanku yang kebandang bawok keparat itu,
datanglah seorang pria, germo tetangga yang mengenalkan diri bernama ARRON G’WOK.

Berbadan gempal, berotot, mengenakan kaus kutang dengan attribut cincin emas sebesar bola basket, kalung bling-bling berbentuk ukiran tongkol, dan memakai topi petani (sakjane topi koboi, berhubung iki nang indonesia cok)

benar-benar menggambarkan profil seorang PROFESSIONAL PIMP, tapi tumpak’an ne GL Pro pretelan dudu’ Cadillac.
Lalu pria itu mendekatiku, membelai jembutku ….

i mean rambutku, dan membisikku dengan perlahan mesra.
“sudahlah, jangan biarkan jiwamu hanyut terbawa dalam kesedihan. Aku mengerti perasaanmu sebagai sesama”.
“bila mereka tidak mau menerima tubuh molekmu yang sudah tidak perawan lagi, aku bersedia menampungmu bahkan meminangmu”.

??????????????

………………….

…………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: