Artikel Kita

ILMU PERNAFASAN

Metaresonansi adalah sebuah proses metafisika yang mengaktifkan pusat metaenergi murid dengan bantuan guru. Dengan demikian, murid bisa memiliki berbagai kemampuan spiritual tanpa melalui proses olah spiritual yang memberatkan. Metaresonansi memberikan metaenergi dasar yang bisa dikembangkan dan disempurnakan oleh murid sendiri. Dengan adanya metaresonansi, maka seorang murid bisa menguasai berbagai ilmu spiritual tanpa perlu melakukan puasa, meditasi, latihan pernafasan dan segala ritual lain yang memberatkan.

Secara sepintas metaresonansi hampir sama dengan pengisian ilmu atau attunement dan shaktipat menurut disiplin ilmu reiki-kundalini. Namun metaresonansi punya keunikan yaitu menggunakan gelombang suara sebagai “kurir” yang menyampaikan energi dari guru kepada murid. Karena disalurkan melalui gelombang suara, maka jarak tidak lagi jadi pembatas.

Selain metaresonansi bisa dilakukan jarak jauh dengan cara mendengarkan suara Ki Ageng melalui telepon, baru-baru ini Ki Ageng berhasil menyimpan metaenergi dalam file audio. Dengan mendengarkan rekaman suara Ki Ageng, kemampuan spiritual murid akan bangkit. Keberhasilan ini menjadi solusi bagi murid yang ingin belajar jarak jauh tetapi kesulitan menghubungi Ki Ageng melalui telepon, atau biaya telepon jarak jauh selama 5-15 menit terlalu mahal. File audio metaresonansi dibuat satu per satu disesuaikan dengan kepribadian murid. Jadi file audio ini hanya berguna pada murid yang bersangkutan. Jika didengarkan oleh orang lain maka tidak ada gunanya.

Proses Metaresonansi

Menurut konsep Fisika, Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain di sekitarnya. Hal ini bisa terjadi karena frekuensi kedua benda (sumber getaran dan yang digetarkan) adalah sama. Karena kemiripan dalam prosesnya, maka teknik belajar cepat yang dikembangkan Ki Ageng dinamai meta-resonansi. Awalan “meta” menunjukkan bahwa proses yang terjadi adalah proses yang tidak terlihat sekaligus tidak punya rumus pasti seperti teori resonansi pada fisika.

Secara sederhana, proses metaresonansi diawali dengan metaenergi (energi spiritual) yang dipancarkan dari pusat energi guru melalui gelombang suara. (Sebagian spiritualis yakin bahwa pusat energi manusia berupa cakra-cakra. Kami menggunakan pusat energi untuk menyebut keseluruhan cakra dalam tubuh spiritual manusia).

Gelombang suara yang mengangdung metaenergi itu didengar oleh murid menggetarkan pusat energi murid, sehingga pusat energi murid menjadi bergetar. Pusat energi murid ini bisa bergetar karena frekuensi energi yang dipancarkan guru disesuaikan dengan kondisi pusat energi murid. Sebab itu, metaresonansi tidak bisa dilakukan secara masal (satu kali untuk banyak orang). Pusat energi yang sudah bergetar menandakan adanya aktivitas atau bahasa sederhananya “pusat energi sudah aktif”. Aktivitas pusat energi dalam hal ini meliputi 4 kemampuan, yaitu:

*

Aktif menyerap energi. Dengan demikian murid bisa sepenuhnya menyerap energi yang ditransfer guru atau energi dari sumber positif yang lain. Pada saat inilah Ki Ageng metaenerginya kepada Anda.
*

Aktif memproduksi dan “men-sintesis” energi melalui latihan. Dengan demikian murid bisa mandiri, tidak lagi bergantung kepada guru. Murid pun bisa membuat program pengembangan kemampuan spiritual untuk mendapat spesialisasi yang diinginkannya.
*

Aktif menyimpan energi yang sudah diserap atau diproduksi.
*

Aktif menggunakan metaenergi untuk berbagai keperluan. metaenergi yang ada dalam tubuh berfungsi otomatis setiap saat, namun untuk tujuan-tujuan khusus, Anda perlu menyelaraskan konsentrasi, visualisasi dan kemantapan rasa.

Murid yang cukup peka bisa merasakan adanya getaran energi yang masuk ke tubuh saat proses pemindahan energi. Biasanya murid merasakan sensasi di sekitar kepala, leher, sepanjang tulang punggung (saluran kundalini) dan telapak tangan. Sensasi ini berberda-beda pada setiap orang. Ada yang mengalami kesemutan, mati rasa, rasa hangat/dingin, tubuh bergetar, terhembus angin dan sebagainya. Tidak ada yang perlu ditakuti jika terjadi sensasi demikian, yakinlah ini hanya sementara dan tidak akan menyakiti/merusak tubuh.

Jadi bisa dipahami bahwa metaresonansi tidak hanya pengisian atau pengiriman energi biasa. Metaresonansi memberi solusi untuk pertanyaan ini: Untuk apa menuang air pada botol tertutup dan bocor di bawahnya? alias sia-sia saja mengirimkan energi kepada orang yang tidak bisa menerima, menyimpan dan menggunakannya.

Tidak hanya memberikan ikan yang siap santap, melainkan kailnya juga, agar Anda bisa mandiri berusaha mendapatkan ikan yang lebih besar dari pemberian kami.

Selelah proses metaresonansi berhasil dengan sempurna, Anda langsung memiliki metaenergi yang siap digunakan. Dalam penggunaan energi, kadang Anda akan bersinggungan dengan energi negatif dari luar yang secara perlahan bisa mengikis metaenergi Anda. Untuk itu, kami mengajarkan latihan menyerap dan memproduksi energi untuk memelihara ilmu spiritual Anda.

Latihan tersebut sangat sederhana, Anda hannya perlu duduk tenang sambil membaca dan menghayati doa khusus yang pendek selama minimal 5 menit. Meskipun sederhana, latihan ini jika ditekuni bisa meningkatkan kekuatan hingga puluhan kali lebih besar dibanding energi dasar yang diterima dari Ki Ageng. Doa yang kami berikan kepada setiap murid selalu disesuaikan dengan keyakinan murid.

Ki Ageng sendiri masih takjub dengan “keajaiban” teknik metaresonansi yang kembangkannya. Sering beliau masih bertanya-tanya dalam hati ketika mendapati peristiwa yang tidak dimengerti prosesnya. Sehingga kemudian Ki Ageng bersandar kepada Tuhan. Inilah kekuasaan Tuhan dan memang beginilah metafisika, keberadaannya memang bisa dibuktikan tapi prosesnya adalah “kajaiban” yang sulit dicerna akal. Disinilah letak perbedaan yang mendasar antara sains dan spiritualitas. Sains selalu menuntut teori dan pembuktian, sementara spiritualitas mengandalkan rasa dan keyakinan.”

Kelemahan Metaresonansi

Satu-satunya kelemahan metaresonansi yaitu: tidak bisa dilaksanakan kepada orang tuli (tidak bisa mendengar sama sekali). Sebetulnya orang yang terganggu pendengarannya, selama masih bisa mendengar meskipun samar-samar, maka sudah cukup memenuhi syarat. Hal yang sama juga berlaku jika Anda mengikuti proses metaresonansi jarak jauh. Kadang saluran telepon terganggau noise yang menyebabkan suara tidak terdengar jelas, Anda tidak perlu risaukan hal ini karena selama suara guru bisa Anda dengar (meskipun tidak jelas), maka metaresonansi tetap bisa berlangsung tanpa hambatan.

Kelebihan Metaresonansi

Selain mudah, cepat dan tidak terbatas jarak maupun ruang, metaresonansi punya keunikan, yaitu: Guru tidak mengalami pengurangan atau kehabisan metaenergi meskipun melakukan transfer energi berkali-kali dalam 1 hari. Bagaimana bisa? Ya… bisa saja karena metaenergi sejatinya adalah dari Tuhan sang pemilik energi tanpa batas. Jika ditarik ke bahasa komputer, dalam hal ini guru adalah software download accelerator, sedangkan murid sebetulnya mendownload energi langsung dari Sang Maha Pencipta Segala Kekuatan, yaitu Tuhan.

Dalam fisika, peristiwa memberi energi tanpa kehilangan energi pun bisa terjadi, misalnya dalam pembuatan magnet. Salah satu metode membuat magnet yaitu besi/baja digosok-gosok secara searah dengan magnet (benda yang sudah memiliki daya magnet). Dengan cara ini besi/baja tersebut langsung menjadi magnet (memiliki daya magnet yang permanen), sedangkan magnet aslinya masih tetap memiliki daya magnet tanpa berkurang sedikitpun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: