RPP Tematik SD Kls 1

RPP Tematik SD kls1 smt 1 :

1. RPP Tematik (..tmnklu) kls1sm1
2.RPP Tematik (Aku..) kls1sm1
3. RPP Tematik(..Kgmrku) kls1sm1
4. RPP Tematik(..Lingk) kls1sm1
5. RPP Tematik(..Lingku) kls1sm1
6. RPP Tematik(..lngku) kl1sm1
7. RPP Tematik(..Sekolahku) kls1sm1
8. RPP Tematik(..Sklhku) kls1sm1RPP Tematik(..Sklku) kls1sm1
10. RPP Tematik(..tmku) kl1sm1
11. RPP Tematik(..tmnku) kls1sm1
12. RPP Tematik(Aku,,) kls1sm1
13. RPP Tematik(AKU,,,) kls1sm1
14. RPP Tematik(AKU..) kls1sm1
15. RPP Tematik(Aku…) kls1sm1
16. RPP Tematik(Akudan…)kls1sm1
17. RPP Tematik(Kebrsh..) kls1sm1
18. RPP Tematik..(Tmnku) kls1sm1
19. RPP Tmtk(..kgmrku) kls1sm1
20. RPP Tmtk(kgmrku) kls1sm1

Buku BSE SD

Kelas IV_SD_Bahasa Indonesia_Kaswan Darmadi

Assalmualaikum…………..

Nuwun, ini aku :

siap bertugas

siap bertugas...

/280920091363.jpg”>tugas tambahan[/caption]

anak2ku

anak2ku

CERITA PILIHAN

CERITA HOROR ;

1. Semalam di Benteng Angker
Ana dan Ani adalah sepasang saudara kembar. Mereka bersekolah di SMA yang sama di Jakarta. Tahun ini mereka diwajibkan mengikuti study tour. Study tour kali ini mereka pergi ke sebuah tempat pariwisata yang berada di Jawa Tengah. Mereka sangat bersemangat untuk mengikuti study tour kali ini.Hari yang ditunggu-tunggu merekapun …

2. Sepucuk Surat Misterius
Sudah satu bulan merasakan kesepian tidak ada siapapun dirumah yang menemaniku bahkan teman pun aku tidak punya, sehingga aku sengaja tidak masuk sekolah selama 2 minggu. Sampai akhirnya aku mempunyai masalah dengan geng cewek disekolahku, padahal dari dulu aku selalu tidak punya masalah dengan geng itu, dan hanya karena aku …

3. The End
“Kematian adalah sesuatu yang pasti akan datang. Hanya saja waktu, tempat, dan bagaimana kita mati tak dapat kita ketahui. Permainan ini akan memberitahumu bagaimana kau mati dan kapan kau mati….”

4. Pocong Kembang Desa
Disuatu desa terpencil hidup sebuah keluarga yang dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik..anak itu bernama Hanum.Waktu pun berjalan dengan cepat, kini hanum telah menjadi gadis remaja yang sangat cantik. Banyak pemuda yang ingin ….

5. Kisah Bayi Mencari Malaikat
Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke
dunia. Dia bertanya kepada Tuhan:

CERITA- CERITA PILIHAN

Ibuku Kerasukan Iblis

Oleh : Qq

Siang itu langit begitu cerah, awan2 putih bak panu yang menumpang di tubuhku memayungi bumi yang telah terkontaminasi oleh tangan2 manusia tidak bertanggung jawab, begitu panas memanggang tubuhku yang terkulai tak berdaya di kamar tidur yang beratapkan langit dan beralaskan tanah hingga setengah matang, sampai aku merasa sudah merasa cukup untuk dihidangkan aku mulai beranjak dari peristirahatanku. Dengan nyawa yang belum jangkep dan abab basin aku menuju kamar mandi untuk memulai suatu kegiatan yang biasa disebut sebagai MANDI (adus), aku merasa perjalanan menuju kamar mandi sangatlah jauh padahal jaraknya cuma 4m dari tempat tidurku. Sesampainya di kamar mandi aku lihat sekeliling dengan sebelah mataku coz mata ini terasa berat untuk dibuka, bagaikan mbari mbegut sak kuintal.

Sesampai di kamar mandi, aku melihat sebuah sikat gigi beserta pasangannya dan sebuah gayung, tetapi aku tidak melihat air setetespun dari dalam bak mandi. Seketika aku komplain ke nyokap, “Mak’e banyune kok ga onok ….. yo’ opo seh iki“, kataku dengan logat yang medok namun berirama nada allegro C#sus. “I don’t know my dear, but u can take a bath at the river behind our village“, sahut nyokap. Awak cung… mo gimana lagi, mau ga mau aku harus mandi meskipun harus bergumbul dengan suatu benda yang dihasilkan oleh manusia melalui salah satu organ tubuh, yang biasa kita sebut dengan …. TAEK. Selesai mandi nyokap memberikan titah kepadaku yang isinya aku harus pergi kepasar untuk kula’an brambang, lalu nyokap berkata “pergilah nak dengan restuku“, “aku akan pergi Bu jika Ibu mau berjanji akan selalu kirim surat padaku“ sambungku. Lalu kepalaku dikeplak oleh nyokap sambil berkata “ndang nyengkreh’o, ojok kakean cangkem raimu“, kata nyokapku disambi nyawat berbagai macam kitchen hardware kearahku.

Dalam perjalanan menuju ke pasar, aku bertemu dengan cewek yang cukup menggemparkan dunia persilatan. Wes talah, pokok’e ANGAK HO…. NYENYEK TUN…. sampai2 aku tidak sadar menginjak ekor anjing yang sedang bereproduksi dengan anjing lawan jenisnya (NGGEBLEH ato NGENCOK), anjing itu lalu marah dan mengejarku. Aku kabur lalu sembunyi di sebuah rumah, apesnya rumah itu banyak anjingnya yang juga sak linting gandeng jembut anjing yang pertama, dan anjing2 itu lebih mengerikan, sangar, sadis dan yang pasti lebih hot dari pada anjing sebelumnya. Anjing2 itu mulai menggeram dan langsung mengejarku. Oh……. god apa dosaku , anjing2 itu terus mengejarku. Aku berlari dan terus berlari, sampai akhirnya aku kecebur got. Disaat aku tidak berdaya, mereka mulai menganiaya dan menyiksa tubuhku (BRUTAL TORTURE by DOG). Setelah puas, mereka meninggalkanku di TKP begitu saja layaknya korban pemerkosaan. Dengan tubuh penuh darah, luka dan noda sperma serta baju yang hanya menutupi kedua puting, aku melanjutkan perjalananku, aku tidak ingin mengecewakan nyokap dan aku tetap akan menyelesaikan misi ini walaupun nyawa taruhannya. Setelah melewati 99 halangan dan 33 rintangan akhirnya tiba juga dipasar dengan keadaanku yang sangat mengenaskan.
Sesampainya di pasar aku mencari keberadaan bandar brambang itu. setelah mencari beberapa lama, akhirnya ku temukan juga keberadaan bandar tersebut. Tidak ku sangka dan tidak pula ku duga ternyata bandar brambang tersebut adalah teman seperjuanganku saat aku masih umbelen. Kami melepas kerinduan dan ngomong panjang lebar yang juga biasa disebut NGGACOR. Setelah puas nggacor aku berpamitan, karena keasyikan ngobol aku sampai lupa membeli brambang pesanan nyokap.

Aku pulang dengan tangan kosong, waktu itu aku belum ingat kalau aku lupa membelikan pesanan nyokap. Sesampainya dirumah, nyokap menyambutku dengan senyuman. Karena melihat keadaanku yang sangat mengenaskan, nyokap bertanya kepadaku “hey, what’s up dude ?“, “what the hell is going on with you and where’s the fish the onion ?“ lanjut nyokap. “sudah lupa tuch“ jawabku sambil berlalu, “asyik ae es“, jawab nyokap dengan mengacungkan kedua jempol dan memperlihatkan senyum yang menyeringai serta memancarkan hawa membunuh yang begitu kuat.
Lalu mendadak, indera laba2ku merasakan sebuah pedang dengan panjang 3m dan lebar 50cm hampir mengenai leherku, detik itu juga aku reflek mencabut pedang matahari yang kusimpan didalam area sekitar setengah jengkal dibawah udel. Namun sial yang kucabut bulu jembut yang tumbuh secara liar dan ilegal. Beruntung aku memiliki ilmu dick hair sword (ngawur bahasa inggris’e) salah satu jurus di dunia persilatan yang mampu mengubah bulu jembut menjadi sekuat dan setajam pedang. Walaupun membutuhkan 592 helai bulu jembut yang kucabut dalam waktu 0,0001 detik, (jadi petal dech jembut aku) kutangkis serangan nyokap yang membabi buta sambil teriak “it’s me mom, i’m your own son”,
”I never have a ugly son like you, muthafisher”, jawab nyokap dibawah kendali iblis yang terus menerus menyerangku. Sambil menangkis serangan nyokap, aku berpikir apa harus kulakukan. Disaat genting seperti itu, muncul sosok wanita yang kukenal mengenakan bikini two pieces yang terbuat dari kulit dan mengenakan sepatu boot yang tinggi.

Dia adalah yuk pat, pembantu rumah tangga nyokap yang berusia sekitar 49tahun, berat badan 42kg, tinggi badan 155cm, gidal meduk, kelek mambu basin, dan full posh leg yang sangat ahli dalam ilmu umbaumba dan korakora (suatu ilmu yang wajib dikuasai dalam dunia ubab). Akan tetapi yuk pat yang bersenjatakan cikrak pembunuh naga itu melemparkan deadly cikraknya hingga mengenai kepalaku, membuatku pingsan seketika. Dalam 2 detik sisa kesadaranku yang perlahan menghilang, aku sempat berpikir bagaimana mungkin ksatria jembut hitam dikalahkan oleh mereka ? Apa kata orang ? Lalu aku merasa suasana gelap gulita. Inikah yang dinamakan semaput ? Apa yang akan mereka lakukan padaku ?

Hitam, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah warna hitam monoton.
Dimanakah aku berada? Apakah aku telah mati? ………. (dan 5 menit telah berlalu)
Lalu kutemukan jawaban mengapa semuanya hitam, ternyata mataku terpejam.
Setelah kubuka kedua mataku, dan aku terkejut setengah mati.Tubuhku dalam keadaan sangat mengenaskan, terikat gak karuan dengan posisi abstrak full sense of art. Tangan kananku melingkar kebelakang terikat dengan kaki kiri, kepala terikat gandeng dengan kaki kanan, tongkolku nylempit nang selet, ndog ku offside siji (mletet metu nang njobo’ne sempak),
lalu tangan kananku tergantung di plafon atap rumah, benar2 pose yang gak keren blas cok.

Dengan bersusah payah sekitar 5 jam kurang 630 detik, akhirnya aku bisa melepaskan diri.
Aku teringat bahwa tubuh dan pikiran ibuku dikuasai oleh iblis.
Beliau harus segera diselamatkan sebelum terlambat, aku harus segera menyusun
pasukan, strategi, dan formasi. Lalu kucoba menghubungi teman-temanku dengan cara telepati
menggunakan media sebuah benda kotak persegi kecil mungil yang ku beri nama “HENPON”.
Yang kuhubungi pertama kali adalah temanku CAK MAT,

dia mempunyai keahlian mendeteksi dan mengetahui segala hal. Tapi biasanya dia menggunakan keahliannya untuk memilih “barang baru” di lokalisasi Dolly dan sekitar, apakah barang itu baru, masih layak pakai atau sudah kadaluarsa.

Sayang seribu sayang tak kusangka dia gak bisa dihubungi, terpaksa aku mencarinya secara manual. Tidaklah sulit mencari seorang pria bujangan yang maniak, setelah bertarung mati-matian melawan godaan dan rayuan para wanita jalang akhirnya kutemukan cak mat. Tentu saja dengan cara menyamar pura’ pura’ kajange “MBALON”. Amatlah mudah bagi aku untuk memerankan seorang
yang maniak, karena kata teman-temanku wajahku itu kumus-kumus ndramus praen mesum (iku jarene, asline yo gak cok! arek-arek pancen nggateli). Saat cat mat kutemukan ternyata dia tidak sedang mbalon sendirian, dia ditemani oleh dua temanku LEK TI dan MAS BRUM.

Mengapa mereka terlibat mbalon bersama cak mat? Padahal mereka berdua anak baik-baik, Dan mengapa kini tongkolku ngaceng pengen mbalon? Mengapa semua ini terjadi? MENGAPA …? TIIIIIDAAAAAAAK !!! (berteriak dengan posisi berlutut di atas batu karang diterpa ombak lautan, tangan kiri memegang kepala yang menengadah, sedangkan tangan kanan ngeloco tongkol)

2 koma 058 detik kemudian …

(PLAK…, sebuah tapuk’an menyambar mulut seksiku dan langsung ndombleh lambe ku) “JANCOK, cangkemmu gak isok meneng yo?” seraya meng-combo cangkem ku dengan 12 tapuk’an dan 8 kaplok’an per detik.
Rupanya para customer atau mbaloners-mbaloners sejati merasa terancam dengan ketampananku dan serempak menyerangku dengan brutal, beruntung salah satu balon setempat berinisiatif mencari perhatian para tongkol belang dengan cara yang tidak wajar. Yaitu melucuti semua pakaian yang menutupi tubuhnya lalu menyanyikan lagu slave new world-nya sepultura sembari diiringi dengan gerakan tarian remo.
(WHAT THE fish … ???)
Setelah lolos dari maniak-maniak yang sedang terperangah oleh keindahan bentuk tempek yang menggeliat bergetar meneteskan ………………………………………. ???

JANCOK, KOK MALEH DADI KOYOK NGENE CRITANE?
“tak cepetno ae yo !!!”

Kini aku tlah berada diluar tempat biadab itu, akan tetapi….
ternyata kedua temanku masih berada didalam tempat keramat tersebut.
Apa yang harus aku lakukan? Mustahil bagiku untuk kembali memasuki tempat itu.
Disaat diriku sedang menangis meraung-raung meratapi nasib kedua temanku yang kebandang bawok keparat itu,
datanglah seorang pria, germo tetangga yang mengenalkan diri bernama ARRON G’WOK.

Berbadan gempal, berotot, mengenakan kaus kutang dengan attribut cincin emas sebesar bola basket, kalung bling-bling berbentuk ukiran tongkol, dan memakai topi petani (sakjane topi koboi, berhubung iki nang indonesia cok)

benar-benar menggambarkan profil seorang PROFESSIONAL PIMP, tapi tumpak’an ne GL Pro pretelan dudu’ Cadillac.
Lalu pria itu mendekatiku, membelai jembutku ….

i mean rambutku, dan membisikku dengan perlahan mesra.
“sudahlah, jangan biarkan jiwamu hanyut terbawa dalam kesedihan. Aku mengerti perasaanmu sebagai sesama”.
“bila mereka tidak mau menerima tubuh molekmu yang sudah tidak perawan lagi, aku bersedia menampungmu bahkan meminangmu”.

??????????????

………………….

…………………………

TOKOH, ILMUWAN

SITUSGURU…

Supardi,S.Pd

Bos-e situsguru...hehe

situsguru,adalah wadah guru untuk berkreativitas
situsguru,adalah wadah siswa untuk menimba ilmu juga
mengungkapkan pengalaman yang ada
situsguru, adalah wadah massa modern
yang setia memajukan pendidikan

untuk itu kami menunggu tulisan, karya seni, komentar dari anda…
kami tunggu

SITUSGURU

SITUSGURU

ILMUWAN DAN PENEMU

Alexander Fleming 6 Agustus 1881 – 11 Maret 1955
Penicillin (penisilin)

Sir Alexander Fleming adalah orang yang dikenal sebagai penemu penisilin (antibiotik untuk melawan bakteri).

Lahir di daerah pertanian Lochfield dekat Darvel, Skotlandia. Dia adalah anak ketiga dari empat orang bersaudara dan mempunyai empat orang saudara tiri lagi.

Fleming bersekolah di Loudoun Moor School dan Darvel School, kemudian selama dua tahun dia bersekolah di Kilmarnock Academy. Setelah bekerja di kantor jasa pengiriman selama empat tahun, Fleming yang berumur 20 tahun saat itu mewarisi sebagian harta dari pamannya. Kakak Fleming yang waktu itu adalah seorang dokter menyarankan agar adiknya mengikuti jejak karirnya, sehingga pada tahun 1901 Alexander Fleming kemudian mendaftarkan diri di Rumah Sakit St. Mary’s, London. Dia kemudian mendapatkan kualifikasi khusus untuk bersekolah di tahun 1906 dengan pilihan menjadi ahli bedah.

Alexander Fleming sendiri terkenal karena dia merupakan ahli peneliti yang sangat pandai, tetapi ceroboh dan laboratoriumnya sendiri sering terlihat berantakan. Tahun 1928, setelah pulang dari liburan panjang, Fleming baru teringat akan bakteri-bakteri dipiringan laboratorium lupa di simpan baik-baik, dan telah terkontaminasi dengan sejenis jamur. Beberapa piring laboratorium yang berisikan bakteri di buang, tetapi kemudian Fleming memperhatikan bahwa perkembangan bakteri pada daerah yang terkontaminasi oleh jamur tersebut menjadi terhambat. Fleming kemudian mengambil sampel contoh dari jamur tersebut dan menelitinya, dia menemukan bahwa jamur tersebut berasal dari genus Penicillium. Inilah sebabnya mengapa obat tersebut bernama penicillin atau penisilin (Indonesia).

Penemuan Fleming pada September 1928 menandai abad baru dalam dunia antibiotik modern. Fleming juga menemukan bahwa bakteri sendiri dapat mengembangkan resistansi dan daya tahan terhadap penisilin apabila penisilin yang digunakan sebagai antibiotik terlalu sedikit dan digunakan dalam jangka waktu yang pendek.

Karena penisilin waktu itu sangat sukar untuk dikembangkan, Fleming putus asa untuk mengembangkan antibiotik tersebut. Segera setelah Fleming tidak lagi mengembangkan penisilin, Howard Florey dan Ernst Chain mengambil alih pengembangan tersebut dan melakukan produksi besar-besaran dengan bantuan dana dari pemerintah Amerika dan Inggris.

Norman Heatley menyarankan bahwa dengan mentransfer bahan aktif penisilin kembali ke air dan mengubah tingkat asam-nya, akan cukup untuk memproduksi obat-obatan yang dapat dipakai untuk percobaan pada binatang.

Timbul satu pendapat bahwa “Tanpa Fleming, tidak ada Chain, tanpa Chain, tidak ada Florey, tanpa Florey, tidak ada Heatley, tanpa Heatley, tidak ada Penisilin.”

cerita anak

cerita dan dongeng

Grethel yang cerdik
Brothers Grimm

Grethel memanggang ayam

Dahulu kala ada seorang tukang masak yang bernama Grethel yang suka memakai sepatu bertumit merah, yang ketika keluar rumah selalu merasa bebas dan memiliki perasaan yang sangat baik. Ketika dia kembali ke rumah lagi, dia selalu meminum segelas anggur untuk menyegarkan diri, dan ketika minuman anggur tersebut memberi nafsu makan kepadanya, dia akan memakan makanan yang terbaik dari apapun yang dimasaknya hingga dia merasa cukup kenyang. Untuk itu dia selalu berkata “Seorang tukang masak harus tahu mencicipi apapun”.

Suatu hari tuannya berkata kepadanya “Grethel, saya menunggu kedatangan tamu pada malam ini, kamu harus menyiapkan sepasang masakan ayam”.
“Tentu saja tuan” jawab Grethel. Lalu dia memotong ayam, membersihkannya dan kemudian mencabuti bulunya, lalu ketika menjelang malam, dia memanggang ayam tersebut di api hingga matang. Ketika ayam tersebut mulai berwarna coklat dan hampir selesai dipanggang, tamu tersebut belum juga datang.

“Jika tamu tersebut tidak datang cepat” kata Grethel kepada tuannya, “Saya harus mengeluarkan ayam tersebut dari api, sayang sekali apabila kita tidak memakannya sekarang justru pada saat ayam tersebut hampir siap.” Dan tuannya berkata dia sendiri akan berlari mengundang tamunya. Saat tuannya mulai membalikkan badannya, Grethel mengambil ayam tersebut dari api.

“Berdiri begitu lama dekat api,” kata Grethel, “membuat kita menjadi panas dan kehausan, dan siapa yang tahu apabila mereka akan datang atau tidak! sementara ini saya akan turun ke ruang penyimpanan dan mengambil segelas minuman.” Jadi dia lari kebawah, mengambil sebuah mug, dan berkata, “Ini dia!” dengan satu tegukan besar. “Satu minuman yang baik sepantasnya tidak disia-siakan,” dia berkata lagi “dan tidak seharusnya berakhir dengan cepat,” jadi dia mengambil tegukan yang besar kembali. Kemudian dia pergi keatas dan menaruh ayam tadi di panggangan api kembali, mengolesinya dengan mentega. Sekarang begitu mencium bau yang sangat sedap, Grethel berkata, “Saya harus tahu apakah rasanya memang seenak baunya,” Dia mulai menjilati jarinya dan berkata lagi sendiri, “Ya.. ayam ini sangat sedap, sayang sekali bila tidak ada orang disini yang memakannya!”

Jadi dia menengok keluar jendela untuk melihat apakah tuan dan tamunya sudah datang, tapi dia tidak melihat siapapun yang datang jadi dia kembali ke ayam tersebut. “Aduh, satu sayapnya mulai hangus!” dan berkata lagi, “Sebaiknya bagian itu saya makan.” Jadia dia memotong sayap ayam panggang tersebut dan mulai memakannya, rasanya memang enak, kemudian dia berpikir,

“Saya sebaiknya memotong sayap yang satunya lagi, agar tuanku tidak akan menyadari bahwa ayam panggang tersebut kehilangan sayap disebelah.” Dan ketika kedua sayap telah dimakan, dia kembali melihat keluar jendela untuk mencari tuannya, tetapi masih belum juga ada yang datang.

“Siapa yang tahu, apakah mereka akan datang atau tidak? mungkin mereka bermalam di penginapan.”Setelah berpikir sejenak, dia berkata lagi “Saya harus membuat diri saya senang, dan pertama kali saya harus minum minuman yang enak dan kemudian makan makanan yang lezat, semua hal ini tidak bisa disia-siakan.” Jadia dia lari ke ruang penyimpanan dan mengambil minuman yang sangat besar, dan mulai memakan ayam tersebut dengan rasa kenikmatan yang besar. Ketika semua sudah selesai, dan tuannya masih belum datang, mata Grethel mengarah ke ayam yang satunya lagi, dan berkata, “Apa yang didapat oleh ayam yang satu, harus didapat pula oleh ayam yang lain, sungguh tidak adil apabila mereka tidak mendapat perlakuan yang sama; mungkin sambil minum saya bisa menyelesaikan ayam yang satunya lagi.” Jadi dia meneguk minumannya kembali dan mulai memakan ayam yang satunya lagi.

Tepat ketika dia sedang makan, dia mendengar tuannya datang. “Cepat Grethel,” tuannya berteriak dari luar, “tamu tersebut sudah datang!” “Baik tuan,” dia menjawab, “makanan tersebut sudah siap.” Tuannya pergi ke meja makan dan mengambil pisau pemotong yang sudah disiapkan untuk memotong ayam dan mulai menajamkannya. Saat itu, tamu tersebut datang dan mengetuk pintu dengan halus. Grethel berlari keluar untuk melihat siapa yang datang, dan ketika dia berpapasan dengan tamu tersebut, dia meletakkan jarinya di bibir dan berkata, “Hush! cepat lari dari sini, jika tuan saya menangkapmu, ini akan membawa akibat yang buruk untuk kamu; dia mengundangmu untuk makan, tetapi sebenarnya dia ingin memotong telingamu! Coba dengar, dia sedang mengasah pisaunya!”

Tamu tersebut, mendengarkan suara pisau yang diasah, berbalik pergi secepatnya. Dan Grethel berteriak ke tuannya, “Tamu tersebut telah pergi membawa sesuatu dari rumah ini!”.

“Apa yang terjadi, Grethel? apa maksud mu?” dia bertanya.

“Dia telah pergi dan membawa lari dua buah ayam yang telah saya siapkan tadi.”

Tuan dari Grethel mengejar tamunya “Itu adalah sifat yang buruk!” kata tuannya, dia merasa sayang pada ayam panggang tersebut; “dia mungkin mau menyisakan satu untuk saya makan.” Dan dia memanggil tamunya dan menyuruhnya untuk berhenti, tetapi tamu tersebut seolah-olah tidak mendengarnya; kemudian tuannya tersebut mulai berlari mengejar tamunya dengan pisau masih ditangan dan berteriak,”hanya satu! hanya satu!” dia bermaksud agar tamu tersebut setidak-tidaknya memberikan dia satu ayam panggang dan tidak membawa kedua-duanya, tetapi tamu tersebut mengira bahwa dia menginginkan satu telinganya, jadi dia berlari semakin kencang menuju kerumahnya sendiri.